Sangga Buana

www.hotelsanggabuana.com

Peta Kuliner Cianjur

08 April 2016

Jika kebetulan Anda melewati wilayah Cianjur, lalu berniat menghilangkan lapar ataupun membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah, mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat. Cianjur dikenal sebagai produsen beras kualitas premium, sayur dan buah segar dengan kualitas prima dan penganan khas seperti tauco, gula semut serta aneka manisan.

Iklim pegunungan yang relatif sejuk, menjadikan Cianjur memiliki tradisi kuliner yang sangat beragam. Bubur Ayam Cianjur, Bandrek, Sate Maranggi, Kue Moci, Kue Ape, Geco, Dendeng Belut,dan lain-lain.

Jika Anda memulai perjalanan dari arah barat melalui jalur Puncak Bogor, maka di sepanjang jalan Anda akan menemui berbagai komoditas hasil pertanian yang sangat menggiurkan. Brokoli, wortel, edamame (kacang kedelai Jepang ), Kabucha (Labu parang Jepang), kailan, pisang tanduk ukuran jumbo, bengkuang, talas, sayuran seledri (bukan bumbu masak), daun labu siam, terubuk , yang digantung dengan penataan yang sangat menarik . Beberapa diantaranya adalah produk-produk organik.

Bila Anda mulai merasa kedinginan , tak ada salahnya menikmati jagung baker aneka rasa yang ditawarkan di sepanjang jalan. Namun bila makanan utama yang menggugah selera Anda, tak ada salahnya Anda mampir di restoran "Simpang Raya" dengan menu unggulan hidangan padang .

Menuruni jalur Puncak menuju Cipanas di sebelah kiri jalan ada Rumah Makan "Kalimantan" dengan menu unggulan nasi tim ayam Iklim Cianjur yang cenderung sejuk menjadikan menu ini terasa pas di lidah, meskipun konsep bumbunya tergolong minimalis. Di sebelahnya, RM " Sate Shinta" yang menawarkan menu sate kambing dan sate ayam. Melahap sate kambing , nasi putih hangat ditemani Cah Kangkung atau Karedok akan mengembalikan stamina Anda yang kelelahan dalam perjalanan.

Setelah melewati Pasar Cipanas dan Istana Presiden di pertigaan menuju gadog kea rah kiri, di jalur utama sebelah kanan, di emperan bangunan yang cukup luas, Anda bisa menemukan kedai sederhana yang terkenal sebagai "Maranggi Pacet", yang buka dari pagi hingga petang menawarkan menu Sate Sapi Maranggi khas Cianjur. Sebagai pelengkapnya Anda bisa memilih setangkup nasi uduk berwarna kuning atau ketan bakar gurih yang kenyal dan hangat.

Sekitar 500 m berikutnya, jika Anda ingin membeli oleh-oleh, mungkin Toko Kue "Okeke" bisa menjadi pilihan dengan pilihan aneka roti berukuran mungil dengan berbagai pilihan rasa. Daging asap, jagung manis, durian, keju susu adalah favorit para pengunjungnya.

Menuruni jalur perbukitan memasuki wilayah Cianjur, di kawasan Cangklek dan Panembong terdapat dua RM "Mang Nana", warung nasi Sunda dengan konsep rumahan yang sangat kental. Babat Goreng, sambal terasi dan aneka lalaban Sunda yang tergolong unik bisa Anda nikmati di sini. Kalau bukan orang Sunda , mungkin Anda akan merasa asing dengan daun bunut, gandaria, tespong, keresmen dan sejenisnya.

Menjelang Tugu Adipura yang menjadi pintu masuk wilayah kota Cianjur, di sebelah kanan jalan ada Kedai "Batagor Ihsan" yang menawarkan Batagor, Batagor kuah, Es Cianjur dan aneka jus buah segar. Bersebelahan dengan Batagor ihsan, ada juga "Mie Ayam Katineung" yang menawarkan menu unggulan Mie Ayam Baso yang cukup nendang dan bisa dijadikan pilihan untuk mengusir kantuk.

Dari bundaran Tugu Adipura, melaju ke arah selatan (Sukabumi ) sepanjang 4 km berikutnya Anda bisa menemui dua cabang RM" Sunda Rasa" di Jalan Abdullah Bin Nuh dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi (Pasar Warung Kondang). Menu unggulannya adalah olehan kulit sapi yang dimasak dengan bumbu minimal tapi menghasilkan kelezatan optimal. Menu pilihannya adalah paket kulit campur, kikil, lidah, limpa, babat, tulang telinga yang ketika berpadu dengan sambal tomat mentah sungguh menghasilkan persenyawaan rasa yang sempurna. Anda juga bisa menikmati aneka pepesan, empal daging, sop buntut, dan masakan Sunda lainnya.

Tapi jika yang Anda cari adalah aneka jajanan pasar, maka yang tergolong lengkap adalah "Toko Shanghai" tepat di persimpangan Jalan Siti Jenab dan Jalan Mangun Sarkoro. Di toko ini Anda bisa menikmati aneka kue basah seperti Kue Mangkuk, Kue Celorot, Kue Talam Ubi, Kue Talam Suji, Kue Lapis, Bika Ambon Suji, Nagasari, Lemper, dan juga Bacang (Semacam buras berisi irisan daging sapi berbumbu kecap yang dibungkus daun Hanjuang, salah satu penganan yang dipengaruhi budaya peranakan Cina).

Bila Anda punya cukup waktu untuk menghabiskan petang dan malam hari di Cianjur , manjakanlah lidah Anda dengan melanjutkan perjalanan memasuki jantung kota Cianjur. Melewati Jalan Muwardi lurus hingga persimpangan jalan Suroso dan Jalan Mangunsarkoro, di sebelah kanan jalan ada Kedai "Martabak Cianjur" dengan berbagai isi dan topping yang memanjakan lidah. Tersedia juga kue pukis dengan aroma santan yang begitu pekat. Hm...serasa lumer di lidah.

Melanjutkan perjalanan menurun melewati Jalan K.H. Hasyim Ashari (Warujajar) sebelum persimpangan Jalan Arif Rahman Hakim, di sisi kanan jalan Anda akan menemukan spanduk " Sate Maranggi Warujajar" yang terbilang legendaris di Cianjur. Pemiliknya adalah generasi kedua dengan konsep cukup sederhana namun paduan bumbunya benar-benar meresap. Teknik marinated/ perendaman yang memadai menjadikan serat daging sapi berwarna kemerahan dengan aroma karamel menyeruak berpadu dengan aroma ketumbar dan lengkuas. Jika Anda tak cukup sabar untuk mengantri tempat duduk di sini, hindari mengunjungi kedai ini di puncak masa liburan pasca Lebaran. Belasan mobil bisa berjejer rapi di sepanjang jalan ini hanya untuk menikmati kelezatan Sate Maranggi Warujajar ini.

Lain ceritanya jika hujan gerimis turun rintik-rintik di wilayah Cianjur, maka tak ada jajanan lain yang paling sesuai selain Bubur Ayam Cianjur. Bubur Ayam Cianjur yang paling ramai pengunjungnya adalah "Bubur Ayam Sampurna" di mulut Pasar Bojong Meron Jalan Mangun Sarkoro (Jalan Raya) Cianjur. Pada era tahun 70-an , bubur ayam ini mangkal di depan Toko Sampurna. Tokonya sendiri telah bersalin rupa menjadi toko lain, tapi bubur ayam di depannya tetap membawa nama Toko Sampurna sekalipun akhirnya berpindah menempati lokasi barunya di Pasar Bojong Meron. Di puncak musim liburan, mungkin akan terasa kurang nyaman, karena antriannya sangat panjang menyerupai antrian kassa di supermarket menjelang awal bulan. Keunggulan Bubur Ayam ini adalah kelembutan bubur nasinya, kesegaran bahan-bahannya, juga racikan pepes usus, ati ampela dan daun bawang yang meskipun bumbunya minimalis, tapi tak sedikitpun menyisakan amis di lidah. Emping melinjo adalah sentuhan akhir yang akan menyempurnakan rasanya

Di kota Cianjur sebenarnya tak sulit menemukan bubur ayam cianjur yang lezat, karena hidangan bubur ayam adalah menu sarapan utama bagi kebanyakan penduduk Cianjur. Di sepanjang jalan di sudut mana pun di kota Cianjur, dalam radius 100 meter minimal kita bisa menemukan dua gerobak bubur ayam, terutama di pagi hari. Beberapa bubur ayam yang juga layak dinikmati adalah "Bubur Ayam BRI" di kawasan Jalan Suroso (dahulu kawasan Su Gwe), "bubur ayam Jayakarta" depan toko besi Jayakarta Jalan mangun Sarkoro, "Bubur Ayam Rumah Sakit" di depan RSUD Cianjur Dr. Muwardi, dan lain-lain.

Geco adalah hidangan berikutnya yang layak dicicipi jika Anda sedang berada di Cianjur. Geco tertua yang ada Cianjur adalah "Geco Nusasari" di pertigaan jalan Siti Jenab dan Jalan Siliwangi. Geco adalah hidangan sepinggan yang terdiri dari irisan ketupat, rebusan tauge, mie sagu, dengan siraman bumbu tauco yang pekat dengan irisan daun bawang , bawang putih , kecap dan tomat. Toppingnya adalah irisan kentang goreng, tahu goreng ditemani kerupuk sagu. Hm...manis, asam , segar menjadi paduan yang pekat di lidah.

"Lotek dan maranggi LP" di depan Lapas Cianjur di jalan Aria Cikondang juga merupakan pilihan apik yang akan memenuhi selera Anda akan hidangan yang lezat tapi sehat. Penggemar Mie Yamin juga akan terpuaskan di kedai "Mie Yamin Mang Utis" jalan Siti Jenab 52.

Sebelum meninggalkan Kota Cianjur, tak ada salahnya Anda menyusuri sepanjang Jalan Dr. Muwardi di mana terdapat beragam toko oleh-oleh yang menjual Beras Cianjur, Kue Moci, Bandrek Cianjur (Cap Pigeon), Keripik Belut, serta manisan Cianjur. Sedikit bergeser ke arah jalan HOS Cokroaminoto, ada Toko Manisan "Mulia Sari" (dahulu Ny. Tan) yang terkenal dengan olehan manisan homemade tanpa penambahan gula bibit dan bahan pengawet. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, tapi akan menjamin manisan yang lebih segar dan lebih sehat. Favorit para pengujung adalah adalah manisan mangga muda, manisan salak , dan manisan pala .

Demikianlah sekilas informasi kuliner Kota Cianjur, sayang bukan jika jajanan lezat tersebut Anda lewatkan begitu saja. Jadi....pastikan Anda mampir sejenak setiap kali melewati kota sejuk yang bermottokan Cianjur Bersemi (Bersih, Indah dan Memikat) ini....
 

 


http://www.kompasiana.com/sanny_saja/peta-kuliner-cianjur_54ffa85aa33311804c510d18

Berita Lainnya

Website Hotel Sangga Buana

07 April 2016

Internet merupakan media informasi yang sangat cepat dan efisien dalam penyebaran informasinya karena internet dapat diakses kapanpun dan dimanapun tidak terbatasi oleh waktu dan tempat. ...

Selengkapnya

Situs Megalitikum Gunung Padang Cia...

23 April 2016

Situs Gunung Padang yang berada di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur, merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar ...

Selengkapnya

10 Daftar Tempat Wisata Di Cianjur ...

07 April 2016

Cianjur merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di provinsi Jawa barat. Darah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Garut di timur, Kabupaten Sukabum...

Selengkapnya